Kamis, 19 Februari 2015

yova yoverina...laporan observasi ke SD



LAPORAN OBSERVASI

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Pemecahan Masalah Matematika di SD
Dosen Pengampu : Syafri Ahmad, M.Pd



Oleh:
NADYA RAHMA UTARI
LATIVANI
YOVA YOVERINA








PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2014

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa  yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya  sehingga penyusunan tugas ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Tugas ini disusun untuk diajukan sebagai  tugas mata kuliah Pemecahan Masalah Matematika di SD dengan judul Penerapan Problem Solving di Kelas V.
Dalam penyelesaian penulisan laporan ini, penulis banyak mendapat bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, maka tidak berlebihan kiranya pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1.      Bapak Syafri Ahmad. selaku dosen mata kuliah Pemecahan Matematika di SD
2.      Ibu Siska, S.Pd selaku narasumber, dan Guru Kelas V yang telah memberikan kesempatan kepada penulis sehingga terselenggaranya observasi ini. Demikianlah laporan ini disusun semoga bermanfaat, kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat saya harapkan.

                                                                                     Bukittinggi,  Desember 2014
                                               
                                               
                                                                                                       Penulis
















BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Materi pelajaran matematika mulai diberikan di sekolah dasar merupakan hal yang sangat tepat, mengingat matematika telah terbukti sangat bermanfaat bagi peserta didik baik dalam mempelajari pelajaran lain maupun dalam kehidupan sehari-hari. Namun perlu disadari bahwa matematika bagi sebagian besar peserta didik merupakan pelajaran yang sangat sulit sehingga seringkali kita temui peserta didik yang tidak menyenangi pelajaran matematika. Sebagai guru tentunya bertugas untuk mengantisipasi agar keadaan seperti itu tidak terjadi. Jika keadaan seperti itu telah terjadi, maka guru bertugas untuk segera mengatasinya. Jika peserta didik tidak menyenangi matematika, mungkin salah satu penyebabnya adalah guru membelajarkan peserta didik hanya dengan menggunakan satu cara yang kebetulan cara itu tidak cocok untuk peserta didik tersebut.
Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No.20 Tahun 2003 dijelaskan pula  bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri,dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dalam rangka merealisasikan peraturan tersebut di atas, proses belajar mengajar perlu ditata secara terkoordinasi, terpadu, efektif dan efisien. Oleh karena itu guru harus mampu memilih metode yang efisien dan efektif sehingga  tuntutan diatas dapat terpenuhi. Pelaksanaan suatu metode pembelajaran diperlukan satu atau lebih teknik. Tidak hanya metode pembelajaran, seorang guru juga harus memiliki pengetahuan tentang model, media dan strategi pembelajaran yang tepat digunakan dalam suatu proses belajar mengajar. Salah satu solusinya yaitu menerapkan problem solving dalam mengajar Matematika.
Dari kondisi dan keadaan yang demikian penulis merasa perlu untuk mengadakan observasi terhadap permasalahan tersebut dengan judul Penerapan Problem Solving di Kelas V.



B.                 Tujuan Observasi
Berdasarkan masalah di atas, maka tujuan observasi ini adalah :
1.      Untuk mengetahui proses dan langkah-langkah kegiatan pembelajaran matematika
2.      Mengetahui metode, model dan strategi pembelajaran yang efektif untuk digunakan dalam proses pembelajaran matematika.
3.      Untuk mengetahui dan membahas masalah atau kendala yang muncul dalam pembelajaran matematika.

C.      Landasan Teoristis
Menurut Branca N. A dalam Krulik, S. dan Reys, R. E,. (1980: 3-6) menginterpretasikan istilah Problem Solving keadaan 3 hal berbeda dalam pembelajaran Matematika, yaitu:
1.      Problem Solving as a goal (Pemecahan Masalah sebagai tujuan)
2.      Problem Solving as a process (Pemecahan Masalah sebagai Proses)
3.      Problem Solving as basic skill (Pemecahan masalah sebagai keterampilan dasar)
G. Poyla dalam bukunya “ How to Solve It!”. Menyarankan untuk membagi proses pemecahan masalah ke dalam empat tahapan, yaitu:
1.  Memahami Masalah : Membaca soal dan mengidentifikasi hal-hal yang diketahui, hal-hal yang ditanyakan dan syarat-syarat ada.
2. Menyusun rencana penyelesaian : menentukan strategi yang sesuai untuk memecahkan masalah tersebut.
3.   Melaksanakan rencana : melaksanakan rencana pemecahan masalah menggunakan strategi yang telah digunakan.
4. Menguji kembali : memeriksa apakah hasil yang diperoleh sesuai dengan masalahnya atau tidak.
Adapun dalam bukunya , Problem Solving Strategies For Efficient and Elegent Solutions, Alfred S. Posamentier dan Stephen Krulik menyatakan bahwa ada 10 strategi pemecahan masalah, yaitu:
Ø  Bekerja Mundur (Working Backward)
Ø  Menemukan Pola (Finding Patern)
Ø  Melihat Dari Sudut Pandang Berbeda (adopting Different of view)
Ø  Menyederhanakan Masalah (Solving A Simple Analogues Problem)
Ø  Mempertimbangkan Hal yang Tidak Mungkin (considering Extrim Cases)
Ø  Menggunakan Gambar sebagai Representasi Visual (Visual Representation)
Ø  Menebak dan Menguji (Intellegent Guessing and Testing)
Ø  Mendaftar semua Kemungkinan (Accounting for All Possibilities)
Ø  Mengatur Data (Organising Data)
Ø  Membuat Penalaran logis (Logical Reasoning)






























BAB II
HASIL OBSERVASI

A.    Gambaran Objek Observasi
1.      Identitas Narasumber
Nama Lengkap                           : Siska, S.pd
Jabatan                                       : Sebagai Guru kelas v di SD N 07 BELAKANG BALOK
2.      Pelaksanaan Observasi
Tempat                                    : Kelas V SD N BELAKANG BALOK
 Alamat                                   :
Jumlah Peserta didik               : 39 Orang
Hari ,Tanggal                          : Rabu, 03 Desember 2014
Waktu                                     : 10:00 WIB – 12:00 WIB
Materi                             Mata Pelajaran                        : Matematika         
                                       Materi                                      : Bilangan Kuadrat

      B.     Kegiatan Pembelajaran Matematika Kelas V  di SD N BELAKANG BALOK
Dalam kegiatan pembelajaran di Sekolah Dasar Negeri 07 BELAKANG BALOK , metode pembelajaran yang digunakan adalah metode ceramah, tanya jawab. Kedua metode diatas digunakan secara bersamaan dalam proses pembelajaran. Guru hanya menggunakan metode tersebut diatas, dikarenakan materi pelajaran yang sudah mendekati ulangan harian. Sehingga materi tidak lagi berupa materi inti, melainkan materi pembahasan soal latihan. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang diterapkan guru, yaitu:

a)      Kegiatan Awal (5 Menit)                                                                               
                        ·         Membuka pelajaran
Guru memasuki ruangan belajar dan menyapa dengan salam. Kemudian peserta didik memberikan salam kepada guru dan membaca do’a sebelum memulai proses pembelajaran.
·         Mempersiapkan Perlengkapan Belajar Mengajar
Guru bersama peserta didik mempersiapkan buku-buku pelajaran serta perlengkapan belajar lainnya.
·         Apersepsi
Setelah perlengkapan belajar mengajar telah dipersiapkan dengan baik. Guru mulai memotivasi peserta didik dengan melakukan Tanya jawab .

b)      Kegiatan Inti (25 Menit)
                        ·         Guru menjelaskan materi pelajaran
Setelah membahas materi pelajaran sebelumnya, guru mulai menjelaskan materi pelajaran selanjutnya.­­­­ Saat observasi berlangsung, guru menjelaskan materi tentang Bilangan Kuadrat dan mengunakan metode menghafal yang unik agar siswa dapat lebih mudah untuk menghafal tentang Bilangan Kuadrat.
·         Melakukan tanya jawab
Proses tanya jawab antara guru dan peserta didik dilakukan saat guru menjelaskan dan saat guru telah selesai menjelaskan materi pelajaran.
c)      Kegiatan Akhir (5 Menit)
1.      Guru bersama siswa menyimpulkan materi pelajaran
Diakhir pelajaran, guru bersama peserta didik menyimpulkan kembali materi pelajaran yang telah dipelajari sebelumnya.
2.      Menutup proses pembelajaran
Guru mengingatkan kembali untuk menghafal bilangan kuadrat sampai dengan 30. Kemudian bersama-sama menutup pelajaran dengan berdo’a dan memberikan salam.
C.    Deskripsi Proses Pembelajaran Matematika Kelas V di SD N 07 BELAKANG BALOK
Berikut merupakan deskripsi proses pembelajaran matematika kelas V di SD N 07 BELAKANG BALOK. Menurut hasil observasi yang dilakukan, saat proses pembelajaran berlangsung guru menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif. Untuk menciptakan suasana yang demikian, guru menjadikan suasana yang lebih santai atau informal. Menciptakan suasana yang lebih santai dan informal dilakukan guru dengan cara menyapa setiap murid yang mulai merasa bosan mengikuti pelajaran. Kemudian ditambah lagi dengan humor-humor ringan. Sehingga peserta didik lebih termotivasi untuk mengikuti proses pembelajaran.
Guru tidak mengalami masalah yang cukup serius dalam proses pembelajaran matematika.. Masalah demikian dapat diatasi oleh guru sebagaimana dijelaskan sebelumnya, yaitu dengan cara menyapa dan mengingatkan peserta didik serta memberikan motivasi dan humor-humor ringan. Dengan demikian masalah dapat segera diatasi oleh guru sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan optimal dan kondusif.
Dalam pembelajaran matematika khususnya pada bilangan kuadrat, guru menerapkan sistem problem solving yaitu strategi mencoba. Dimana setiap siswa mencobakan menyelesaikan permasalahan operasi bilangan kuadrat dengan mencobanya di papan tulis. Selain itu guru juga memberikan berbagai macam cara untuk menyelesaikan suatu permasalahan matematika dan guru memberikan anak kebebasan untuk memilih cara mana yang mereka anggap mudah.

D.    Faktor-faktor yang Mempengarui Kesuksesan Pembelajaran Kelas V SD N 07 BELAKANG BALOK
Dari observasi yang telah dilakukan, tidak dijumpai masalah yang cukup serius. Berikut ini merupakan faktor pendukung suksesnya kegiatan belajar mengajar Kelas V SD N 07 BELAKANG BALOK
1.      Guru                                                                  
Faktor pendukung yang terutama berasal dari guru. Guru menciptakan suasana belajar yang informal, tetapi tetap terarah. Guru selalu memberikan kebebasan kepada peserta didik dalam melakukan hal apapun. Baik itu bernyanyi, makan, minum, duduk di lantai dan lain sebagainya. Namun demikian, suasana santai tetap terarah dengan penerapan metode yang sesuai dan disukai peserta didik.
2.      Peserta didik
Guru mengajar dikelas V dengan kemampuan peserta didik yang dapat dikatakan sangat baik. Dengan keadaan peserta didik yang demikian, proses pembelajaran tentunya tidak akan mengalami banyak masalah.
3.      Suasana dan Kondisi
Suasana dan kondisi juga sangat mendukung suatu proses pembelajaran. Kondisi ruang belajar yang ditemui sangat nyaman dan bersih.




Analisis Buku Matetmatika Kelas 5 dan 6

            Dalam buku “ Gemar Matematika 5 ” sudah ada strategi problem solving, diantaranya yaitu:
1.      Menggunakan model, pada materi sifat-sifat pengerjaan hitung pada bilangan bulat. Pada halaman 2.
2.      Kira dan cek pada halaman 28
3.      Menggunakan rumus pada materi menentukan kecepatan pada halaman 66, 68, dan 72
4.      Simetri lipat pada halaman 158

Dalam buku “ Gemar Matematika 6 “ ditemukan beberapa strategi problem solving  diantaranya yaitu:
1.      Menggunakan model pada materi pelajaran bilangan hasil pagkat tiga yang terletak pada halaman 21.
2.      Cari rumusnya pada pelajaran volume bangun ruang  pada halaman 62, 68.
3.      Buat diagramnya pada materi penyajian data terletak pada halaman 80.
4.      Buat koordinat pada halaman 121.





BAB III
KESIMPULAN

            Berdasarkan pembahasan dan uraian yang telah disajikan terdahulu, maka berikut dikemukakan kesimpulan observasi bahwa proses pembelajaran matematika Kelas V di SD N07 BELAKANG BALOK  berjalan dengan optimal dan kondusif. Hal ini dikarenakan guru selalu mempertimbangan metode, model atau strategi yang tepat digunakan untuk suatu materi pelajaran didalam proses pembelajaran. Sehingga peserta didik tidak merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran matematika. Metode yang digunakan yaitu metode ceramah, dan tanya jawab. Proses pembelajaran matematika berjalan dengan optimal dan disenangi oleh peserta didik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar