LAPORAN OBSERVASI
Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Pemecahan Masalah Matematika di SD
Dosen Pengampu : Syafri Ahmad, M.Pd
Oleh:
NADYA RAHMA
UTARI
LATIVANI
YOVA
YOVERINA
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2014
KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat serta
hidayah-Nya sehingga penyusunan tugas
ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Tugas ini disusun untuk diajukan
sebagai tugas mata kuliah Pemecahan
Masalah Matematika di SD dengan judul “Penerapan Problem
Solving di Kelas V”.
Dalam penyelesaian penulisan laporan ini, penulis banyak mendapat bimbingan
dan bantuan dari berbagai pihak, maka tidak berlebihan kiranya pada kesempatan
ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1. Bapak Syafri Ahmad. selaku dosen mata kuliah Pemecahan
Matematika di SD
2. Ibu Siska, S.Pd selaku narasumber, dan Guru
Kelas V yang telah memberikan kesempatan
kepada penulis sehingga terselenggaranya observasi ini. Demikianlah laporan ini disusun semoga bermanfaat,
kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat saya harapkan.
Bukittinggi,
Desember 2014
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Materi pelajaran matematika mulai diberikan di sekolah
dasar merupakan hal yang sangat tepat, mengingat matematika telah terbukti
sangat bermanfaat bagi peserta didik baik dalam mempelajari pelajaran lain
maupun dalam kehidupan sehari-hari. Namun perlu disadari bahwa matematika bagi
sebagian besar peserta didik merupakan pelajaran yang sangat sulit sehingga
seringkali kita temui peserta didik yang tidak menyenangi pelajaran matematika.
Sebagai guru tentunya bertugas untuk mengantisipasi agar keadaan seperti itu tidak
terjadi. Jika keadaan seperti itu telah terjadi, maka guru bertugas untuk
segera mengatasinya. Jika peserta didik tidak menyenangi matematika, mungkin
salah satu penyebabnya adalah guru membelajarkan peserta didik hanya dengan
menggunakan satu cara yang kebetulan cara itu tidak cocok untuk peserta didik
tersebut.
Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No.20
Tahun 2003 dijelaskan pula bahwa
Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan watak serta peradaban
bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan
untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri,dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung
jawab. Dalam rangka merealisasikan peraturan tersebut di atas, proses belajar
mengajar perlu ditata secara terkoordinasi, terpadu, efektif dan efisien. Oleh
karena itu guru harus mampu memilih metode yang efisien dan efektif sehingga tuntutan diatas dapat terpenuhi. Pelaksanaan
suatu metode pembelajaran diperlukan satu atau lebih teknik. Tidak hanya metode
pembelajaran, seorang guru juga harus memiliki pengetahuan tentang model, media
dan strategi pembelajaran yang tepat digunakan dalam suatu proses belajar
mengajar. Salah satu solusinya yaitu menerapkan problem solving dalam mengajar
Matematika.
Dari kondisi dan keadaan yang
demikian penulis merasa perlu untuk mengadakan observasi terhadap permasalahan
tersebut dengan judul “Penerapan
Problem Solving di Kelas V”.
B.
Tujuan Observasi
Berdasarkan masalah di atas, maka tujuan observasi ini
adalah :
1. Untuk mengetahui proses dan
langkah-langkah kegiatan pembelajaran matematika
2. Mengetahui metode, model dan
strategi pembelajaran yang efektif untuk digunakan dalam proses pembelajaran
matematika.
3. Untuk mengetahui dan membahas
masalah atau kendala yang muncul dalam pembelajaran matematika.
C. Landasan
Teoristis
Menurut Branca N. A dalam Krulik,
S. dan Reys, R. E,. (1980: 3-6) menginterpretasikan istilah Problem Solving
keadaan 3 hal berbeda dalam pembelajaran Matematika, yaitu:
1. Problem
Solving as a goal (Pemecahan Masalah sebagai tujuan)
2. Problem
Solving as a process (Pemecahan Masalah sebagai Proses)
3. Problem
Solving as basic skill (Pemecahan masalah sebagai keterampilan dasar)
G. Poyla dalam bukunya “ How to Solve It!”.
Menyarankan untuk membagi proses pemecahan masalah ke dalam empat tahapan,
yaitu:
1. Memahami Masalah : Membaca soal dan
mengidentifikasi hal-hal yang diketahui, hal-hal yang ditanyakan dan
syarat-syarat ada.
2. Menyusun rencana penyelesaian : menentukan strategi yang sesuai untuk
memecahkan masalah tersebut.
3. Melaksanakan rencana :
melaksanakan rencana pemecahan masalah menggunakan strategi yang telah
digunakan.
4. Menguji kembali : memeriksa apakah hasil yang diperoleh sesuai dengan
masalahnya atau tidak.
Adapun dalam bukunya , Problem
Solving Strategies For Efficient and Elegent Solutions, Alfred S. Posamentier dan
Stephen Krulik menyatakan bahwa ada 10 strategi pemecahan masalah, yaitu:
Ø Bekerja
Mundur (Working Backward)
Ø Menemukan
Pola (Finding Patern)
Ø Melihat
Dari Sudut Pandang Berbeda (adopting Different of view)
Ø Menyederhanakan
Masalah (Solving A Simple Analogues Problem)
Ø Mempertimbangkan
Hal yang Tidak Mungkin (considering Extrim Cases)
Ø Menggunakan
Gambar sebagai Representasi Visual (Visual Representation)
Ø Menebak dan
Menguji (Intellegent Guessing and Testing)
Ø Mendaftar
semua Kemungkinan (Accounting for All Possibilities)
Ø Mengatur
Data (Organising Data)
Ø Membuat
Penalaran logis (Logical Reasoning)
BAB II
HASIL OBSERVASI
A. Gambaran Objek Observasi
1. Identitas Narasumber
Nama Lengkap : Siska, S.pd
Jabatan : Sebagai Guru kelas v di SD N 07 BELAKANG
BALOK
2. Pelaksanaan Observasi
Tempat : Kelas V SD N BELAKANG
BALOK
Alamat :
Jumlah Peserta didik : 39 Orang
Hari ,Tanggal : Rabu, 03 Desember
2014
Waktu : 10:00 WIB – 12:00 WIB
Materi Mata
Pelajaran :
Matematika
Materi : Bilangan
Kuadrat
B. Kegiatan Pembelajaran Matematika Kelas V
di SD N BELAKANG
BALOK
Dalam kegiatan pembelajaran di
Sekolah Dasar Negeri 07 BELAKANG BALOK , metode pembelajaran yang digunakan
adalah metode ceramah, tanya jawab. Kedua metode diatas digunakan secara
bersamaan dalam proses pembelajaran. Guru hanya menggunakan metode tersebut
diatas, dikarenakan materi pelajaran yang sudah mendekati ulangan harian.
Sehingga materi tidak lagi berupa materi inti, melainkan materi pembahasan soal
latihan. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang diterapkan guru, yaitu:
a)
Kegiatan Awal (5 Menit)
· Membuka pelajaran
Guru memasuki ruangan belajar dan
menyapa dengan salam. Kemudian peserta didik memberikan salam kepada guru dan
membaca do’a sebelum memulai proses pembelajaran.
·
Mempersiapkan Perlengkapan Belajar Mengajar
Guru bersama peserta didik
mempersiapkan buku-buku pelajaran serta perlengkapan belajar lainnya.
·
Apersepsi
Setelah perlengkapan belajar
mengajar telah dipersiapkan dengan baik. Guru mulai memotivasi peserta didik
dengan melakukan Tanya jawab .
b) Kegiatan Inti (25 Menit)
· Guru menjelaskan materi pelajaran
Setelah membahas materi pelajaran
sebelumnya, guru mulai menjelaskan materi pelajaran selanjutnya. Saat
observasi berlangsung, guru menjelaskan materi tentang Bilangan Kuadrat dan
mengunakan metode menghafal yang unik agar siswa dapat lebih mudah untuk
menghafal tentang Bilangan Kuadrat.
·
Melakukan tanya jawab
Proses tanya jawab antara guru dan
peserta didik dilakukan saat guru menjelaskan dan saat guru telah selesai
menjelaskan materi pelajaran.
c) Kegiatan Akhir (5 Menit)
1. Guru bersama siswa menyimpulkan
materi pelajaran
Diakhir pelajaran, guru bersama
peserta didik menyimpulkan kembali materi pelajaran yang telah dipelajari
sebelumnya.
2. Menutup proses pembelajaran
Guru mengingatkan kembali untuk
menghafal bilangan kuadrat sampai dengan 30. Kemudian bersama-sama menutup
pelajaran dengan berdo’a dan memberikan salam.
C. Deskripsi Proses Pembelajaran Matematika Kelas V di SD
N 07 BELAKANG BALOK
Berikut merupakan deskripsi proses pembelajaran
matematika kelas V di SD N 07 BELAKANG BALOK. Menurut hasil observasi yang
dilakukan, saat proses pembelajaran berlangsung guru menciptakan suasana
pembelajaran yang kondusif. Untuk menciptakan suasana yang demikian, guru
menjadikan suasana yang lebih santai atau informal. Menciptakan suasana yang
lebih santai dan informal dilakukan guru dengan cara menyapa setiap murid yang
mulai merasa bosan mengikuti pelajaran. Kemudian ditambah lagi dengan
humor-humor ringan. Sehingga peserta didik lebih termotivasi untuk mengikuti
proses pembelajaran.
Guru tidak mengalami masalah yang cukup serius dalam
proses pembelajaran matematika.. Masalah demikian dapat diatasi oleh guru
sebagaimana dijelaskan sebelumnya, yaitu dengan cara menyapa dan mengingatkan
peserta didik serta memberikan motivasi dan humor-humor ringan. Dengan demikian
masalah dapat segera diatasi oleh guru sehingga proses pembelajaran dapat
berjalan dengan optimal dan kondusif.
Dalam pembelajaran matematika khususnya pada bilangan
kuadrat, guru menerapkan sistem problem solving yaitu strategi mencoba. Dimana
setiap siswa mencobakan menyelesaikan permasalahan operasi bilangan kuadrat
dengan mencobanya di papan tulis. Selain itu guru juga memberikan berbagai macam
cara untuk menyelesaikan suatu permasalahan matematika dan guru memberikan anak
kebebasan untuk memilih cara mana yang mereka anggap mudah.
D. Faktor-faktor yang Mempengarui Kesuksesan Pembelajaran
Kelas V SD N 07 BELAKANG BALOK
Dari observasi yang telah dilakukan, tidak dijumpai
masalah yang cukup serius. Berikut ini merupakan faktor pendukung suksesnya kegiatan
belajar mengajar Kelas V SD N 07 BELAKANG BALOK
1.
Guru
Faktor pendukung yang terutama
berasal dari guru. Guru menciptakan suasana belajar yang informal, tetapi tetap
terarah. Guru selalu memberikan kebebasan kepada peserta didik dalam melakukan
hal apapun. Baik itu bernyanyi, makan, minum, duduk di lantai dan lain
sebagainya. Namun demikian, suasana santai tetap terarah dengan penerapan
metode yang sesuai dan disukai peserta didik.
2. Peserta didik
Guru mengajar dikelas V dengan
kemampuan peserta didik yang dapat dikatakan sangat baik. Dengan keadaan
peserta didik yang demikian, proses pembelajaran tentunya tidak akan mengalami
banyak masalah.
3. Suasana dan Kondisi
Suasana dan kondisi juga sangat mendukung suatu proses pembelajaran.
Kondisi ruang belajar yang ditemui sangat nyaman dan bersih.
Analisis
Buku Matetmatika Kelas 5 dan 6
Dalam buku “ Gemar Matematika 5 ”
sudah ada strategi problem solving, diantaranya yaitu:
1.
Menggunakan model, pada materi sifat-sifat pengerjaan
hitung pada bilangan bulat. Pada halaman 2.
2.
Kira dan cek pada halaman 28
3.
Menggunakan rumus pada materi menentukan kecepatan
pada halaman 66, 68, dan 72
4.
Simetri lipat pada halaman 158
Dalam buku “ Gemar Matematika 6 “ ditemukan beberapa
strategi problem solving diantaranya
yaitu:
1.
Menggunakan model pada materi pelajaran bilangan hasil
pagkat tiga yang terletak pada halaman 21.
2.
Cari rumusnya pada pelajaran volume bangun ruang pada halaman 62, 68.
3.
Buat diagramnya pada materi penyajian data terletak pada
halaman 80.
4.
Buat koordinat pada halaman 121.
BAB III
KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan dan
uraian yang telah disajikan terdahulu, maka berikut dikemukakan kesimpulan
observasi bahwa proses pembelajaran matematika Kelas V di SD N07 BELAKANG BALOK berjalan dengan optimal dan kondusif. Hal ini
dikarenakan guru selalu mempertimbangan metode, model atau strategi yang tepat
digunakan untuk suatu materi pelajaran didalam proses pembelajaran. Sehingga
peserta didik tidak merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran matematika.
Metode yang digunakan yaitu metode ceramah, dan tanya jawab. Proses
pembelajaran matematika berjalan dengan optimal dan disenangi oleh peserta
didik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar